Fokus Utama Penuhi Standar Mutu UNUSIA Jakarta Matangkan Kesiapan SDM Unggul untuk Pendirian Magister Ilmu Hukum
JAKARTA – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan proposal pendirian Program Studi Magister Ilmu Hukum (S2). Rapat strategis yang dihadiri oleh jajaran rektorat, dekanat, serta tim perumus ini menempatkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar utama guna memastikan prodi baru ini langsung tancap gas dengan standar mutu akademis yang tinggi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kebutuhan akan ahli hukum yang tidak hanya menguasai hukum positif, tetapi juga memiliki integritas moral dan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kebangsaan serta keaswajaan (Ahlussunnah wal Jama'ah).
Menghimpun Para Doktor dan Praktisi Hukum Terkemuka
Dalam rapat tersebut, pembahasan terfokus pada pemenuhan prasyarat ketat yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Komitmen UNUSIA tidak main-main; tim perumus melaporkan bahwa jajaran calon dosen tetap untuk Magister Ilmu Hukum ini akan diisi oleh kombinasi solid antara akademisi bergelar Doktor (S3) senior dan para praktisi hukum berpengalaman.
"Kunci dari pendidikan pascasarjana yang bermutu ada pada kualitas dosennya. Kami tidak hanya mengumpulkan SDM yang memenuhi syarat formal administratif, tetapi mereka yang memiliki rekam jejak riset yang kuat, publikasi ilmiah bereputasi, serta jurnalisme hukum yang berintegritas," ujar perwakilan pimpinan UNUSIA di sela-sela rapat.
Tiga Strategi Penguatan SDM yang Disepakati
Guna memastikan keberlanjutan dan keunggulan kompetitif prodi baru ini, rapat menetapkan tiga poin utama terkait tata kelola SDM:
Perekrutan Dosen Berbasis Kepakaran Khusus: Menjaring para doktor hukum yang memiliki spesialisasi spesifik, mulai dari Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, hingga Hukum Ekonomi Syariah, guna mendukung visi unisia sebagai pusat kajian hukum yang inklusif namun tetap memiliki akar nilai Islam Nusantara.
Akselerasi Jabatan Fungsional: UNUSIA berkomitmen memberikan pendampingan intensif bagi para dosen internal yang sudah bergelar Doktor untuk segera naik jabatan fungsional menjadi Lektor Kepala hingga Guru Besar (Profesor).
Kolaborasi Lintas Sektor: Menggandeng praktisi senior dari kalangan hakim, advokat, hingga pembuat kebijakan sebagai dosen tamu untuk menjembatani teori akademis dengan realitas penegakan hukum di lapangan.
Langkah Menuju Persetujuan
Dengan matangnya pemetaan SDM ini, UNUSIA optimis berkas usulan pembukaan Magister Ilmu Hukum dapat segera diunggah ke sistem SIAGA Kemendikbudristek dalam waktu dekat. Kesiapan SDM yang prima diharapkan menjadi nilai tawar mutlak agar izin operasional dapat terbit tanpa hambatan berarti.
Melalui pendirian Magister Ilmu Hukum ini, UNUSIA Jakarta bersiap mencetak magister-magister hukum baru yang siap mengawal keadilan di Indonesia dengan nalar hukum yang jernih dan akhlak yang mulia.





